Games Yang Awalnya Nampak Ceria

Games Yang Awalnya Nampak Ceria

Games Yang Awalnya Nampak Ceria – Tidak boleh memandang sebuah buku dari sampulnya, itu adalah pepatah yang kerap dikatakan saat bicara masalah kualitas.

Tetapi pepatah ini dapat disimpulkan pada kondisi lainnya. Sudah pernahkah kamu dengar sebuah lagu yang didengar cerah dan membuat kamu ingin berdansa.

Dapat Membuat Menangis, Games Yang Awalnya Nampak Ceria

Selain itu makna dari lirik yang tercatat rupanya bercerita cerita yang berduka. Video games rupanya punyai kasus semacam itu.

Pada daftar kesempatan ini, saya akan mengatakan beberapa games yang secara sepintas seperti terlihat games yang demikian cerah.

Baca Juga: Versi Modern Karakter Games PS 1

Tetapi rupanya simpan cerita yang emosional serta ironis ke pemainnya. Tanpa panjang lebar kembali, berikut game-game yang diartikan.

Omori Games Awalnya Nampak Ceria

Omori ingatkan pemain akan content peka yang games akan presentasikan sejauh narasi. Jika orang polos menyaksikan games ini dari referensi rekan atau sekadar screenshot, kemungkinan bisa banyak yang tertipu.

Banyak sekuen di games ini datangkan visual beragam warna dengan watak yang nampak dream-like. Tetapi itu cuma beberapa kecil dari games.

Apa yang terjadi sesungguhnya di games ini adalah salah satunya cerita berduka dan bisa membuat resah. Terutamanya buat mereka yang alami penyakit psikis.

Tanpa memberi spoiler, Omori adalah cerita sebuah penyesalan, stres dan trauma. Untuk kamu yang ketarik akan games RPG turn-based dengan narasi yang paling emosional, games ini betul-betul harus jadi wishlist-mu.

Undertale

Undertale kemungkinan telah tak perlu keterangan kembali. Games ini sangat terkenal dalam komune gamer serta banyak content games jadi meme terutamanya yang terkait dengan watak Sans.

Tetapi untuk kamu yang entahlah bagaimana belum mengetahui mengenai games ini. Undertale adalah games yang menggulingkan formulasi klise RPG yang telah ada saat ini.

Daripada sekadar membunuh lawan untuk grind XP, Undertale memberikan pemain pilihan untuk ajak hubungan nyaman dengan lawan.

Mekanisme ini termasuk unik ketika di mana games RPG lain memaksakanmu untuk membunuh lawan di hadapanmu walau mereka nampak ramah.

Ending games akan tergantung pada tindakan yang kamu kerjakan sejauh games, dan kembali lagi tanpa memberi spoiler. Setiap ending akan memberimu peristiwa emosional masing-masing akan persahabatan, sudut pandang, dan bertanya akan siapa “monster” sebenarnya.

Games Awalnya Nampak Ceria Original seri

Original punyai visual yang ceria dan penuh warna, jika gamer baru menyaksikan screenshot atau bahkan juga halaman games, kemungkinan kecil tampil pertimbangan jika games ini akan melankoli.

Dalam game Original tidak perlu waktu yang lama untuk bermain dengan emosimu. Di menit pertama, games sudah menghajar hatimu dengan hubungan kuat di antara dua watak khusus dan kejadian ironis sebagai awalnya perselisihan narasi.

Sekuen pembuka ini diantar tanpa diskusi antar dua watak dan cuman cerita yang dikatakan dengan bahasa buat-buatan.

Nuansa melankoli ini tidak usai pada awal saja, tersisa dari games terus memberi atmosfir, narasi dan musik yang tetap memancing emosimu.

Sekuelnya – Original and The Will of the Wisp – tidak kalah dalam pasarkan pengalaman yang sama.

Mother 3

Saat dengar ‘Nintendo’, harapan beberapa orang tentu produk yang membahagiakan dan ‘sayang anak’, tapi Mother 3 jadi salah satunya pengecualian paling besar.

Games JRPG yang di-launching untuk Gameboy Advance ini memberi cerita yang sarat dengan peristiwa ironis terjadi pada watak khusus.

Sebuah surprise untuk banyak penggemar untuk menyaksikan Nintendo menghasilkan games dengan kematian, kemarahan yang berbuntut pada balas sakit hati, dan bunuh diri.

Games ini tidak pernah dilokalisasi di luar Jepang serta tidak pernah di-launching ulangi seperti games Nintendo yang lain. Sebuah keputusan yang aneh menyaksikan Ness jadi roster Super Smash Bros.

Earthbound terus di-launching ulangi, dan games terbatas Jepang yang lain seperti Final Emblem kuno peroleh lokalisasi di basis kekinian. Apa Nintendo tidak mampu untuk bagi kembali cerita ironis keluarga Ness ini ke khalayak?

The Legends of Zelda : Link’s Awakening Games Awalnya Nampak Ceria

Games ini awalannya di-launching untuk Gameboy, tetapi sudah dibuatkan remake untuk Nintendo Switch. Dapat disebut versus Switch nampak imut dan sarat dengan warna ceria.

Tetapi banyak penggemar yang sepakat jika Link’s Awakening satu diantara seri Zelda paling memilukan dari keseluruhnya franchise.

Walau dengan judul ‘The Legend of Zelda’, watak Zelda tidak diketemukan benar-benar dalam narasi Link’s Awakening. Kamu malah mendapati figur baru namanya Marin.

Di akhir games, tersingkap jika pulau dan seluruh orang yang Link temui saat ini tidak riil dan hanya mimpi. Kamu ditugaskan untuk kumpulkan 8 instrumen untuk menggugah dianya.

Penjelajahan ini membuat kamu terus mendekat dengan masyarakat pulau terutamanya Marin. Kamu selanjutnya sukses dalam misimu dan bangun ke realitas. Pulau dan seluruh orang yang kamu jumpai musnah jadi masa lalu.

Drawn to Life: The Next Chapter (Major Spoiler Alert)

Drawn to Life: The Next Chapter adalah games penjelajahan di mana kamu bisa menggambar sendiri. Protagonismu dengan manfaatkan feature touchscreen dari Nintendo DS.

Gameplay games adalah seperti harapanmu dari games dengan peringkat E (everyone), dari faktor artstyle games nampak penuh warna dan berkesan seperti kisah fantasi anak kecil.

Tetapi pada pengujung games, sebuah plot twist tampil dan mengganti reaksi pemain secara mencolok. Tersingkap jika penjelajahan yang terjadi sejauh ini terjadi di kepala Mike, seorang anak kecil yang pada keadaan koma sesudah alami kecelakaan mobil dengan keluarganya.

Ending canon dari games ini usai berbahagia di mana Mike tersadar dari koma dan menyaksikan tangis berbahagia saudarimu. Tetapi developer sudah muat ending ke-2 dalam Drawn to Life collection di mana Mike hembuskan napas paling akhir dan ditangisi oleh sekeluarga yang mendampinginya.

Night in the Woods

Saya sudah seringkali mereferensikan games ini ke rekan dan pembaca di sini, tetapi seringkali saya memperoleh tanggapan. Jika games ini adalah ‘game furry’ karena design watak anthroformofis yang digotong.

Saya tidak bisa memaksakan bila banyak yang berasa begitu, tetapi untuk kamu yang tidak terbutakan oleh pola pikir dangkal itu. Night in the Woods adalah cerita berduka yang sarat dengan tanggapan sosial dengan eksekusi yang tidak ‘lebay’.

Games dekatkan pada bermacam subyek serius seperti stres, anxiety, kesepian, dan penganiayaan golongan kelas bawah dan menengah dalam perpektif seorang kucing namanya Mae yang barusan dropout dari kuliahnya.

Pukulan emosional dari games ini tidak tiba dari peristiwa menegangkan atau perselisihan berlebihan, tetapi melalui implementasi.

Jika kamu mainkan games dengan keinginan akan ada cerita melodrama dan romansa penuh masalah. Tidak boleh berharap games ini bisa memberikan kepuasanmu.

Akhir narasi games ini tidak memberi konklusi yang demikian terang, namun kembali lagi implementasinya terus menghantui jika pemain pahami apa yang terjadi.

Games Awalnya Nampak Ceria The Beginner’s Guide

Dibikin oleh inisiator The Stanley Parable yang disebut salah satunya games terkocak yang pernah ada, harapan gamer pada games ke-2 Davey Wreden pasti adalah mereka mengharap games lucu yang lain. Tetapi yang mereka peroleh malah pukulan keras di hati.

The Beginner’s Guide adalah games yang bercerita pengalaman Davey yang menjumpai seorang developer games namanya ‘Coda’.

Games bikinan Coda selalu mengundang perhatian Davey bukan lantaran design tingkat atau gameplay yang kompleks. Tetapi karena karakternya yang abstrak dan Davey berasa ada pesan yang dalam di setiap games yang dia launching.

Saya tidak ingin memberi spoiler khusus untuk games ini karena The Beginner’s Guide adalah pengalaman. Di mana spesialnya tiba sekali yakni saat kamu tidak tahu apa-apa dan tidak punyai harapan apa saja.

Dari sisi gameplay, games ke-2 ini berkesan menjemukan tetapi untuk kamu yang ingin dengarkan narasi merasa individual, manuasiawi serta relateable. Kemungkinan games ini dapat membuat kamu menangis sama seperti yang saya alami.